February 2012

Tuesday, February 7, 2012

TOPOLOGI JARINGAN



Topologi  menggambarkan  struktur  dari  suatu  jaringan  atau  bagaimana  sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.
Adapun  topologi  fisik  yang  umum  digunakan  dalam  membangun  sebuah jaringan adalah :

  • Point to Point (Titik ke-Titik).
Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa. Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.


  • Star Network (Jaringan Bintang).
Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu. Model jaringan bintang ini relatif sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar diberbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.
Kelebihan
·    Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·    Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·    Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
·    Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
·    Jika node tengah mengalami kerusakan, maka maka seluruh jaringan akan terhenti.
Penanganan
·    Perlunya disiapkan node tengah cadangan.


  • Ring Networks (Jaringan Cincin)
Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah. Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju. Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.



  • Tree Network (Jaringan Pohon)
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat




 
  • Bus Network
Konfigurasi lainnya dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface. Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai kedudukan yang sama. Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.



  • Plex Network (Jaringan Kombinasi)
Merupakan jaringan yang benar-benar interaktif, dimana setiap simpul mempunyai kemampuan untuk meng-access secara langsung tidak hanya terhadap komputer, tetapi juga dengan peralatan ataupun simpul yang lain. Secara umum, jaringan ini mempunyai bentuk mirip dengan jaringan bintang. Organisasi data yang ada menggunakan de-sentralisasi, sedang untuk melakukan perawatan, digunakan fasilitas sentralisasi.



Topologi Logik pada umumnya terbagi mejadi dua tipe, yaitu :
a.    Topologi Broadcast
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.
b.    Topologi Token Passing
Mengatur pengiriman data pada host melalui media dengan menggunakan token yang secara teratur berputar pada seluruh host. Host hanya dapat mengirimkan data hanya jika host tersebut memiliki token. Dengan token ini, collision dapat dicegah.
Faktor – faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk pemilihan topologi adalah sebagai berikut :
·    Biaya
Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
·    Kecepatan
Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
·    Lingkungan
Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain, yang berpengaruh pada jenis perangkat keras yang               digunakan.
·    Ukuran
Sampai seberapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
·    Konektivitas
Apakah  pemakai  yang  lain  yang  menggunakan  komputer  laptop  perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.

WIRESHARK & ANALISA JARINGAN



Network Protocol Analyzer Wireshark

Wireshark – Network Protocol Analyzer Wireshark adalah salah satu dari sekian banyak tool Network Analyzer yang banyak digunakan oleh Network administrator untuk menganalisa kinerja jaringannya. Wireshark banyak disukai karena interfacenya yang menggunakan Graphical User Interface (GUI) atau tampilan grafis. Seperti namanya, Wireshark mampu menangkap paket-paket data/informasi yang berseliweran dalam jaringan yang kita “intip”. Semua jenis paket informasi dalam berbagai format protokol pun akan dengan mudah ditangkap dan dianalisa. Karenanya tak jarang tool ini juga dapat dipakai untuk sniffing (memperoleh informasi penting spt password email atau account lain) dengan menangkap paket-paket yang berseliweran di dalam jaringan dan menganalisanya.
Untuk menggunakan tool ini pun cukup mudah. Kita cukup memasukkan perintah untuk mendapatkan informasi yang ingin kita capture (yang ingin diperoleh) dari jaringan kita.
Berikut tampilan interface Wireshark dan Dialog Capture Option:

 Tampilan dan Capture Option Wireshark
Pertama kita perlu menentukan informasi apa yang ingin kita dapatkan dari jaringan kita. Dalam gambar di atas, Saya memasukkan perintah untuk memfilter paket yang melewati IP Address PC Saya: host 10.122.1.4. Dalam pilihan inerface, jangan lupa memilih interface yang sesuai yaitu melalui LAN/Ethernet Card yang ada di PC Anda. Lalu klik tombol Start. Dan beginilah hasil yang Saya peroleh:


Screeshot Capture Wireshark

Gambar di atas menunjukkan hasil capture dari Wireshark. Saat itu Saya menjalankan aplikasi Winamp yang memainkan file .mp3 dari komputer lain dalam jaringan dengan IP 10.122.1.215 (streaming), kemudian aplikasi Pidgin (jenis Chat client, saat itu Saya memakai protokol Yahoo Messenger-YMSG), serta Saya juga browsing dengan Mozilla Firefox.
Seperti yang bisa Anda lihat, semua paket data/informasi yang melalui interface LAN/Ethernet Card PC Saya akan ditangkap dan ditampilkan dalam layar utama Wireshark. Sumber dan Tujuan Pengiriman Paket, Protokol yang dipakai, serta waktu yang dibutuhkan untuk transfer juga ada. Lebih jauh lagi, di bagian bawah layar utama (tidak terlihat dalam gambar di atas) juga terdapat penjelasan lebih detil apa isi paket-paket di atas.


ANALISA JARINGAN

Apa yang terjadi pada jaringan sederhana yang kita kelola? setiap perusahaan selalu menginginkan dan terus memaksimalkan jaringannya dari yang terendah sampai pada puncak maksimal yang di usahakan secara terus berkelanjutan jangka panjang, semua itu tidak lepas dari stabilitas dan daya tahan, setuju...? Apakah pengguna call dengan keluhan: "Jaringan ini berjalan lambat", atau sudah menunggu sepuluh menit dokumen untuk dicetak", atau "file servernya yang rendah."? Apakah ini jaringan yang sama yang digunakan untuk memiliki satu file server, workstation 25, dan hanya satu protokol jaringan?
Apa yang Anda miliki sekarang adalah sebuah internetwork yang menjalankan TCP / IP, SNA, NetWare, dan protokol NetBEUI. Jaringan sederhana berkembang terdiri dari lima cincin token yang terpisah dengan lebih dari 400 workstation dan file server 30, dan teknisi perusahaan harus ingat dan paham tentang hal ini.
Sebuah jaringan yang digunakan mudah untuk mengelola sekarang memerlukan satu set, yang rumit rumit yang melibatkan langkah-langkah teknis yang bergerak dihitung untuk mengelola internetwork. Teknik yang tersedia untuk membantu Anda mendapatkan pegangan pada jaringan yaitu mengerti bagaimana berjalan dan cara melakukannya, dan juga bagaimana memanfaatkan teknologi inovatif Anda menerapkannya. Anda juga dapat menggunakan teknik-teknik tertentu berdasarkan pengukuran yang dihitung sebagai mengimplementasikan perubahan-perubahan, sehingga jaringan anda akan berjalan dan melakukan yang lebih baik. Ini dikenal sebagai optimasi jaringan.
Jaringan optimasi adalah proses mengukur ke tingkat beban kerja didefinisikan karakteristik jaringan dan kemudian membuat modifikasi untuk tata letak jaringan, desain, dan konfigurasi untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
Paling sering kadang melibatkan optimasi jaringan menggunakan protocol analyzer untuk mengevaluasi operasi jaringan yang lengkap, termasuk semua hardware dan komponen perangkat lunak. Setelah mengevaluasi kondisi operasional jaringan, langkah berikutnya adalah untuk menyempurnakan semua komponen. Tujuannya adalah untuk membuat komponen-komponen jaringan kerja bersama sehingga internetwork Anda dapat melakukan misi-kritis operasi untuk yang dimaksudkan yaitu pada tingkat kinerja yang lebih tinggi.
Protokol analisis memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan dan melihat data pada jaringan Anda untuk membantu memahami bagaimana data yang bermasalah. Analisa protokol sebagian besar independen dari protokol, sistem operasi jaringan yang dijalankan, atau jenis aplikasi pada jaringan. Protokol analisis perlu dikonfigurasi, dan membutuhkan keahlian tertentu yang ditetapkan untuk menggunakannya secara efektif.
yang perlu diperhatikan lagi adalag Optimasi dan Alat Pemecahan Masalah," membahas secara rinci operasi internal dan kerja dari protocol analyzer. Ini juga mengkaji beberapa yang terkenal, lapangan diterapkan protokol analisis di pasar saat ini.
Hal ini penting untuk memahami bahwa protocol analyzer sebenarnya memungkinkan kita untuk memeriksa protokol pada jaringan. Protokol adalah kendaraan transmisi aktual digunakan untuk mendapatkan data dari satu titik ke titik lain dalam internetwork, terlepas dari entitas melakukan transmisi pada jaringan. Satu-satunya cara untuk benar-benar melihat dan memecahkan masalah dalam protokol itu sendiri adalah dengan protocol analyzer.
Beberapa alat tersedia saat ini memungkinkan kita untuk menampilkan hanya pada statistik dari protokol dan bagaimana cara mempengaruhi jaringan yang lebih tepat diberi label alat pemantauan yaitu sebuah penganalisa protokol yang lebih mendalam dari alat pemantauan, dan memungkinkan kita untuk melihat internal dari protokol dan operasinya.

1.      Memahami Optimasi Jaringan

Optimasi jaringan yang baik memerlukan pemahaman tentang kapan harus menggunakan protocol analyzer atau alat jaringan monitoring untuk mendapatkan statistik untuk fase tertentu optimasi jaringan yang berlaku pada waktu tertentu. Beberapa masalah yang diidentifikasi sementara troubleshooting internetwork yang besar selalu memicu perlunya penganalisis protokol atau alat pemantauan jaringan. (Kemudian dalam buku ini, pembahasan rinci menggambarkan perbedaan antara operasi internal dari alat-alat monitoring jaringan dan analisa protokol.)
Sebelum Anda melangkah lebih jauh, istilah-istilah berikut harus ditentukan :
Topologi adalah layout fisik dan logis dari jaringan. Sebagian besar jenis jaringan memiliki topologi karakteristik.
Protokol jaringan adalah metode, tertib yang ditetapkan oleh perangkat pada LAN dengan berkomunikasi satu sama lain.
Jaringan arsitektur adalah desain yang mengintegrasikan topologi jaringan dengan protokol jaringan. Arsitektur jaringan menggambarkan komponen fisik jaringan, termasuk kabel dan perangkat elektronik.
Bila jaringan yang baru dipasang atau dilaksanakan di lokasi tunggal atau multilokasi, penting untuk mengevaluasi kesehatan keseluruhan jaringan. Tapi ketika jaringan telah berkembang selama jangka waktu yang panjang dan telah mengalami sejumlah modifikasi, jaringan ini dianggap sebuah jaringan, dewasa teknis bermigrasi, dan kemungkinan besar akan menunjukkan berbagai perilaku yang memerlukan alat jaringan pemantauan atau protocol analyzer. Biasanya jaringan ini adalah kandidat utama untuk optimasi jaringan untuk mencapai kinerja terbaik.
Bila jaringan yang tidak berkinerja baik dan mengalami masalah yang memerlukan pemecahan masalah, pendekatan yang lebih baik mungkin untuk upaya optimalisasi kinerja mereka dan operasi, bukan hanya pemecahan masalah untuk menyelesaikan masalah saat ini. Dengan kata lain, perusahaan mungkin perlu untuk mengambil segar melihat pendekatan terhadap masalah jaringan: bukan hanya mengisolasi masalah, mungkin lebih baik untuk memeriksa seluruh jaringan menggunakan protocol analyzer atau alat pemantauan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan.
Sebuah titik fokus optimasi jaringan saat ini adalah bahwa sekarang banyak jaringan yang terhubung ke jaringan lain melalui koneksi jaringan area luas. Berbagai metodologi koneksi luas dan pendekatan yang digunakan, dari sirkuit terhubung langsung ke frame relay implementasi. Semua jenis konfigurasi perlu dioptimalkan. Sebuah penganalisa protokol memungkinkan seorang analis untuk melakukan link komunikasi ukuran dan optimalisasi throughput dari link ke link.
Untuk jaringan saat ini di tempat yang telah mengalami migrasi teknis yang ekstensif selama periode waktu, harus fokus dengan jelas memeriksa jaringan dari garis pangkal. Mendiskusikan jaringan dan bagaimana menggunakannya sebagai metodologi studi untuk jaringan dengan masalah.
Jaringan yang telah mengalami migrasi teknis yang luas mungkin memiliki berbagai komponen teknologi diterapkan di seluruh infrastruktur mereka. Sebagai contoh, jaringan mungkin memiliki beberapa file server di tempat; beberapa aplikasi ditempatkan pada titik-titik yang berbeda; berbagai kelompok pengguna yang berbeda menggunakan layanan dari beberapa titik, sebuah kelompok koneksi jaringan komunikasi, termasuk jalur masuk dan keluar untuk berbagai alasan, dan berbagai pilihan penggunaan jaringan hardware umum dan titik perangkat lunak yang merupakan kunci dan digunakan di seluruh infrastruktur.
Sebuah jaringan yang telah mengalami migrasi yang luas biasanya adalah jaringan yang memiliki perubahan sering dilakukan. Dalam lingkungan jaringan saat ini, staf yang mempertahankan jaringan jenis ini sering tidak punya waktu untuk mengukur dampak dari setiap perubahan, alat, bagaimanapun, yang tersedia untuk melakukannya. Cara yang tersedia untuk mengukur perubahan ini relatif cepat, dan untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana jaringan melakukan dari fase ke fase dan perubahan untuk berubah.
Setiap jaringan beroperasi dengan cara yang khas. Sebagai perangkat keras baru dan teknologi perangkat lunak diimplementasikan pada jaringan, statistik operasional tertentu dapat menunjukkan bagaimana jaringan telah berubah dalam menanggapi bahwa modifikasi tertentu. Sebuah penganalisa protokol dapat digunakan untuk memeriksa jaringan ini setelah setiap perubahan besar telah dilaksanakan pada setiap desain jaringan. Penganalisa protokol dapat digunakan untuk memeriksa arus lalu lintas dan berbagai statistik pada jaringan, setelah perubahan dilaksanakan. Hal ini memungkinkan manajer jaringan atau analis untuk melihat efisiensi dan kinerja jaringan, dan bagaimana perubahan benar-benar terpengaruh kinerjanya.
Melalui dokumentasi yang tepat dan set keterampilan organisasi, manajer analis atau jaringan dapat mengukur perubahan dengan protocol analyzer atau alat jaringan pemantauan, dan kemudian dokumen itu berubah. Hal ini memungkinkan tim manajemen jaringan untuk mengambil dekat terlihat sangat pada apakah modifikasi tertentu itu dibenarkan dan jika perubahan benar-benar diperbaiki atau terpengaruh operasi jalan itu dimaksudkan.
Tujuannya di sini adalah mulai memanfaatkan analisa untuk mengoptimalkan kinerja jaringan sebagai perubahan terjadi. Produk harus dipetik tidak hanya untuk fungsi mereka, tetapi juga untuk utilitas mereka dalam optimasi. Masa depan persyaratan baru bagi jaringan; bandwidth jaringan, bersama dengan semua investasi perangkat keras dan teknologi 'hanya dapat menyediakan kapasitas begitu banyak. Alat-alat yang tersedia saat ini memungkinkan seorang analis untuk memaksimalkan penggunaan jaringan masing-masing dan mengoptimalkan itu, dalam menghadapi perubahan harian.

2.      Implementasi Jaringan Baru

Instalasi jaringan baru biasanya melibatkan berbagai personil dan kelompok produk untuk diterapkan, semua dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya pendekatan adalah untuk memiliki semacam rencana proyek, menerapkan produk, dan mengubah jaringan hidup ke dalam fase produksi. Berbagai tes dapat dijalankan dengan protocol analyzer atau alat jaringan monitoring untuk memastikan bahwa kinerja jaringan pada tingkat optimum dari hari dihidupkan kembali ke modus produksi. Buku ini membahas berbagai baselining dan statistik pengujian yang dapat diperiksa dengan alat monitor jaringan dan analisa protokol untuk memverifikasi kesehatan jaringan baru yang akan dipasang.
Kuncinya adalah untuk memastikan bahwa jaringan beroperasi pada tingkat optimum pada tanggal instalasi asli produksi. Karena instalasi jaringan baru dapat melibatkan protokol baru, aplikasi baru, workstation baru dan kerang file server, dan sistem jaringan baru operasi, sangat penting untuk memanfaatkan protocol analyzer untuk fokus pada kinerja dari protokol diterapkan segera setelah pelaksanaan awal jaringan.
Selain itu, banyak shell dan file-server parameter konfigurasi perlu ditetapkan pada awal instalasi jaringan baru yang akan mempengaruhi proses komunikasi jaringan. Sebuah penganalisa protokol memungkinkan pengguna untuk memeriksa kinerja jaringan setelah instalasi, dan untuk membuat perubahan pada konfigurasi pada kedua workstation dan file server untuk melaksanakan kinerja jaringan komunikasi terbaik.
Standar industri pertimbangan throughput yang ada untuk seberapa cepat jaringan data ditransfer melalui jaringan dan bagaimana jaringan melakukan. Buku ini membahas secara rinci tingkat throughput yang mereka dan standar. Sebuah penganalisa protokol modern dilengkapi untuk analisis jaringan di semua wilayah kinerja jaringan utama.

3.      Reaktif Masalah Analisis

Dukungan internetwork berarti sehari tips dari berbagai isu dan masalah. Sejumlah besar keluhan tentang kinerja kekhawatiran hari ini internetwork: jaringan berjalan lambat, jaringan file server hang, gangguan layanan selama operasi file server tertentu, dan sebagainya. Jelas, sejumlah besar masalah koneksi terkait dengan kegagalan komunikasi jaringan karena masalah hardware atau software konfigurasi dan tata letak. Sebuah penganalisa protokol khusus memungkinkan untuk memeriksa jaringan komunikasi yang terjadi antara workstation dan server file dalam semua poin internetwork kunci komunikasi.
Sebuah penganalisa protokol dapat digunakan untuk memeriksa dari awal sampai akhir percakapan yang mungkin terjadi antara workstation dan file server. Waktu spesifik menunjukkan apakah percakapan percakapan terjadi dalam apa yang dianggap sebagai kisaran normal. Kemudian dalam buku ini, standar-standar dan rentang dibahas bersama dengan cara untuk memeriksa mereka interval waktu. Intinya adalah bahwa penganalisis protokol dapat digunakan untuk memeriksa komunikasi pada jaringan yang mengalami masalah, dan Anda dapat memecahkan masalah sejumlah besar kegagalan jaringan dan masalah kinerja dari sudut pandang komunikasi jaringan. Banyak kali, sebuah parameter konfigurasi yang sederhana atau modifikasi kecil untuk perangkat keras atau perangkat lunak tata letak adalah semua yang diperlukan untuk membuat jaringan tampil di tingkat optimal.
Artikel ini membahas beberapa teknik yang berfokus pada kinerja dan operasi waktu untuk komunikasi jaringan. Sadarilah bahwa ketika jenis tertentu dari kegagalan terjadi (misalnya, file server tidak dapat ditemukan atau operasi tertentu dibatalkan), penganalisis protokol dapat digunakan untuk memeriksa timing antara proses-proses tertentu dari workstation dan file server, dan mungkin jelas mengidentifikasi sumber masalah untuk masalah waktu jaringan yang terjadi.

Beberapa statistik yang diperoleh dari alat-alat monitoring jaringan dan analisa protokol dapat mengidentifikasi apakah faktor-faktor lain di jaringan, seperti tingkat lalu lintas tinggi, yang dapat menyebabkan gejala terjadi. Sehinga jelas mempelajari semua teknik dan operasi untuk mengoptimalkan jaringan untuk waktu komunikasi terbaik untuk menghilangkan hambatan untuk kinerja jaringan.

4.      Wide Area Network (WAN) dan Internetwork Analisis

Seperti disebutkan sebelumnya, di lingkungan perusahaan saat ini jaringan banyak yang terhubung ke jaringan lain untuk menciptakan jaringan area luas (WAN) konfigurasi. Hal ini sering terjadi di perusahaan besar, tetapi perusahaan kecil juga menemukan kebutuhan untuk interkoneksi ke situs remote untuk komunikasi jaringan. Ini adalah saat yang tepat untuk memberikan beberapa definisi.
Sebuah internetwork adalah sekelompok jaringan yang menghubungkan bersama-sama di beberapa topologi umum atau untuk berkomunikasi dengan protokol umum atau ganda untuk mencapai interoperabilitas penuh. Istilah jaringan terbuka juga digunakan kadang-kadang. Sebuah jaringan area luas (WAN) adalah jaringan atau internetwork dikonfigurasi lebih dari lokasi geografis yang berbeda. Perhatikan bahwa titik fokus dari jaringan adalah memiliki komunikasi antara berbagai entitas yang berbeda tanpa keterbatasan dan dengan komputasi paling produktif mungkin. Protokol analisis memungkinkan pengguna untuk memeriksa komunikasi antara beberapa jaringan untuk menentukan efektivitas operasi bersama dengan ukuran interoperabilitas yang benar di beberapa link komunikasi.

Ketika beberapa jaringan berkomunikasi, rute perjalanan yang luas biasanya antara titik-titik jaringan berbagai oleh proses yang berbeda yang terlibat. Point-to-point masalah waktu karena itu penting. Sebuah penganalisa protokol atau alat jaringan monitoring, jika benar diterapkan, memungkinkan seorang analis untuk menguji kali transaksi antara titik jaringan yang berbeda dalam sebuah internetwork.
Hubungan komunikasi yang diperlukan dari titik ke titik dalam jaringan, dan ini perlu dikonfigurasi untuk komunikasi optimal. Jika link komunikasi tidak dikonfigurasi dengan benar, kemacetan dapat terjadi dan batas poin-to-point data berkecepatan. Hubungan komunikasi yang dipilih harus berukuran untuk menangani aliran diterapkan / tepat data untuk masalah jaringan yang berbeda. Sebuah penganalisa protokol memungkinkan pengguna untuk memeriksa link komunikasi secara keseluruhan ukuran antara titik yang berbeda, dan memeriksa apakah throughput sebenarnya tampil di tingkat optimal. Secara keseluruhan, pengguna dapat meneliti layout internetwork dari titik ke titik, untuk memverifikasi bahwa jaringan luas dikonfigurasi cara harus dan melakukan pada tingkat optimal.
Berbagai perangkat yang terlibat dalam konfigurasi jaringan luas, termasuk jembatan, router, hub, dan konfigurasi link komunikasi. Semua perangkat ini harus diperiksa, dan protokol analisis dan alat-alat jaringan monitoring adalah cara untuk melakukannya.

5.      Jaringan Modifikasi Analisis

Setelah setiap modifikasi jaringan utama, langkah akhir penting adalah untuk menguji ulang jaringan dengan protocol analyzer untuk mendapatkan patokan tingkat kinerja jaringan. Hanya satu perubahan harus dibuat untuk jaringan pada satu waktu, diikuti dengan pengujian ulang jaringan dengan protocol analyzer untuk melihat efek pada kinerja.
Pengujian jaringan sebelum dan setelah perubahan memungkinkan Anda untuk mengevaluasi dan mendokumentasikan efek performa dari modifikasi jaringan. Sebagai contoh, jika sebuah protocol analyzer ditangkap tertentu workstation-to-file-server membaca di satu menit dan ada sekarang telah upgrade 16-megabyte memori file server, membaca jaringan harus diukur kembali; ini disebut analisis post. Setelah uji analisa selesai, hasil dari analisis pasca menunjukkan workstation-to-file-server membaca 20 detik - ini adalah peningkatan 40-detik pada kinerja untuk tugas tertentu.
Sekarang kita akan lebih memahami apa optimasi jaringan atau network dan mengapa itu diperlukan yaitu jelas untuk menjaga fungsi internetwork pada tingkat kinerja yang optimal, dan berikutnya memperkenalkan dua utama yang paling sering digunakan topologi untuk konfigurasi internetwork, dan perlu diperhatikan Ethernet dan Token Ring, teori optimasi jaringan, optimasi dan troubleshooting alat dan teknik yang diterapkan.


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.

IPv6 - JARINGAN KOMPUTER Bag 3


Alamat IP versi 6


Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.

Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.

Format Alamat
Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

Penyederhanaan bentuk alamat
Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:
21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A
Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (::). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (::) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.

Alamat asli     
Alamat asli yang disederhanakan
Alamat setelah dikompres
FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2
FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2
FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2
FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002
FF02:0:0:0:0:0:0:2
FF02::2

Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.

Format Prefix
Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.
Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:
3FFE:2900:D005:F28B::/64
Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.

Jenis-jenis Alamat IPv6

IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:
  •  Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
  • ·Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.
  • ·Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.

Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:
  • ·Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
  • ·Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.
  • ·Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet IPv6.

 
Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat.
Unicast Address
Alamat unicast IPv6 dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:
·         Alamat unicast global
·         Alamat unicast site-local
·         Alamat unicast link-local
·         Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address)
·         Alamat unicast loopback
·         Alamat Unicast 6to4
·         Alamat Unicast ISATAP

  • Unicast global addresses
Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal juga sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan Node).
  • Unicast site-local addresses
Alamat unicast site-local IPv6 mirip dengan alamat privat dalam IPv4. Ruang lingkup dari sebuah alamat terdapat pada internetwork dalam sebuah site milik sebuah organisasi. Penggunaan alamat unicast global dan unicast site-local dalam sebuah jaringan adalah mungkin. Prefiks yang digunakan oleh alamat ini adalah FEC0::/48.

  • Unicast link-local address
Alamat unicast link-local adalah alamat yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama. Alamat ini mirip dengan konfigurasi APIPA (Automatic Private Internet Protocol Addressing) dalam sistem operasi Microsoft Windows XP ke atas. host-host yang berada di dalam subnet yang sama akan menggunakan alamat-alamat ini secara otomatis agar dapat berkomunikasi. Alamat ini juga memiliki fungsi resolusi alamat, yang disebut dengan Neighbor Discovery. Prefiks alamat yang digunakan oleh jenis alamat ini adalah FE80::/64.
  • Unicast unspecified address
Alamat Unicast yang belum ditentukan adalah alamat yang belum ditentukan oleh seorang administrator atau tidak menemukan sebuah DHCP Server untuk meminta alamat. Alamat ini sama dengan alamat IPv4 yang belum ditentukan, yakni 0.0.0.0. Nilai alamat ini dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 atau dapat disingkat menjadi dua titik dua (::).
  • Unicast Loopback Address
Alamat unicast loopback adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mekanisme interprocess communication (IPC) dalam sebuah host. Dalam IPv4, alamat yang ditetapkan adalah 127.0.0.1, sementara dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:1, atau ::1.
  • Unicast 6to4 Address
Alamat unicast 6to4 adalah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam Internet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagai pengganti alamat publik IPv4. Alamat ini aslinya menggunakan prefiks alamat 2002::/16, dengan tambahan 32 bit dari alamat publik IPv4 untuk membuat sebuah prefiks dengan panjang 48-bit, dengan format 2002:WWXX:YYZZ::/48, di mana WWXX dan YYZZ adalah representasi dalam notasi colon-decimal format dari notasi dotted-decimal format w.x.y.z dari alamat publik IPv4. Sebagai contoh alamat 157.60.91.123 diterjemahkan menjadi 2002:9D3C:5B7B::/48.
Meskipun demikian, alamat ini sering ditulis dalam format IPv6 Unicast global address, 2002:WWXX:YYZZ:SLA ID:Interface ID.
  • Unicast ISATAP Address
Alamat Unicast ISATAP adalah sebuah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam sebuah Intranet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini menggabungkan prefiks alamat unicast link-local, alamat unicast site-local atau alamat unicast global (yang dapat berupa prefiks alamat 6to4) yang berukuran 64-bit dengan 32-bit ISATAP Identifier (0000:5EFE), lalu diikuti dengan 32-bit alamat IPv4 yang dimiliki oleh interface atau sebuah host. Prefiks yang digunakan dalam alamat ini dinamakan dengan subnet prefix. Meski alamat 6to4 hanya dapat menangani alamat IPv4 publik saja, alamat ISATAP dapat menangani alamat pribadi IPv4 dan alamat publik IPv4.
  • Multicast Address
Alamat multicast IPv6 sama seperti halnya alamat multicast pada IPv4. Paket-paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan disampaikan terhadap semua interface yang dikenali oleh alamat tersebut. Prefiks alamat yang digunakan oleh alamat multicast IPv6 adalah FF00::/8.
  • Anycast Address
Alamat Anycast dalam IPv6 mirip dengan alamat anycast dalam IPv4, tapi diimplementasikan dengan cara yang lebih efisien dibandingkan dengan IPv4. Umumnya, alamat anycast digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) yang memiliki banyak klien. Meskipun alamat anycast menggunakan ruang alamat unicast, tapi fungsinya berbeda daripada alamat unicast.
IPv6 menggunakan alamat anycast untuk mengidentifikasikan beberapa interface yang berbeda. IPv6 akan menyampaikan paket-paket yang dialamatkan ke sebuah alamat anycast ke interface terdekat yang dikenali oleh alamat tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan alamat multicast, yang menyampaikan paket ke banyak penerima, karena alamat anycast akan menyampaikan paket kepada salah satu dari banyak penerima.

IPv4 - JARINGAN KOMPUTER bag 2


IP DAN SUBNETTING


A.    IP  Address

dibawah ini adalah beberapa hal menenai Alamat IP (IP Address)
  • Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
  • Internet Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global. IANA bekerja bekerja
  • Internet Protocol (IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya.
  • Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6).
Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang ditambahkan ke alamat IP, misalnya, 208.77.188.166/24.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
Ø  IP versi 4 (IPv4)
Ø  IP versi 6 (IPv6)
Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. IP address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan.
Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan lokal.
1.      Alamat IP versi 4
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
  •   Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one. Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya.
Dalam RFC 791 alamat Unicast IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP
Oktet pertamaTemplate:Br(desimal)
Oktet pertamaTemplate:Br(biner)
Digunakan oleh
Kelas A
1–126
0xxx xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B
128–191
1xxx xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C
192–223
110x xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D
224–239
1110 xxxx
Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E
240–255
1111 xxxx
Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
            
Kelas A
Alamat-alamat unicast kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
Kelas B
Alamat-alamat unicast kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
Kelas C
Alamat IP unicast kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Kelas Alamat
Nilai oktet pertama
Bagian untuk Network Identifier
Bagian untuk Host Identifier
Jumlah jaringan maksimum
Jumlah host dalam satu jaringan maksimum
Kelas A
1–126
W
X.Y.Z
126
16,777,214
Kelas B
128–191
W.X
Y.Z
16,384
65,534
Kelas C
192–223
W.X.Y
Z
2,097,152
254
Kelas D
224-239
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Kelas E
240-255
Dicadangkan; eksperimen
Dicadangkan; eksperimen
Dicadangkan; eksperimen
Dicadangkan; eksperimen
Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa mempedulikan kelas disebut juga dengan classless address.
  •   Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
Alamat broadcast IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data “satu-untuk-semua”. Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.
Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
a)      Network Broadcast
Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.
b)      Subnet broadcast
Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.
Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.
c)      All-subnets-directed broadcast
Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.
Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.
Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.
d)     Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.
Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.
  •  Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Alamat IP Multicast (multicast IP address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi “listening” terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.
Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.
Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA
 
Alamat IP lainnya
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke internet, semua alamat IP dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).

  •  Alamat publik
alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.
Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan internet.

  •  Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.

  • Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap internetwork IP. Pada kasus internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap internet. Karena perkembangan internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.
Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator) yang terhubung secara langsung ke internet.
Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
·         10.0.0.0/8
·         172.16.0.0/12
·         192.168.0.0/16

  •  a.10.0.0.0/8
Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Private network 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.

  •  172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 17.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.
  • 192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat private network 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.
  • 169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).
Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan internet yang sangat pesat.
Karena alamat-alamat IP di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas) sebagai alamat publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke alamat-alamat pribadi tersebut di dalam router internet. Kompensasinya, alamat pribadi tidak dapat dijangkau dari internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas dari sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah alamat publik yang valid, atau memiliki alamat pribadi yang telah ditranslasikan ke dalam sebuah alamat IP publik yang valid dengan menggunakan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke internet.


Format Paket IPv4
Paket-paket data dalam protokol IP dikirimkan dalam bentuk datagram. Sebuah datagram IP terdiri atas header IP dan muatan IP (payload). Header IP menyediakan dukungan untuk memetakan jaringan (routing), identifikasi muatan IP, ukuran header IP dan datagram IP, dukungan fragmentasi, dan juga IP Options. Sedangkan payload IP berisi informasi yang dikirimkan. Payload IP memiliki ukuran bervariasi, berkisar dari 8 byte hingga 65515 byte. Sebelum dikirimkan di dalam saluran jaringan, datagram IP akan “dibungkus” (encapsulation) dengan header protokol lapisan antarmuka jaringan dan trailer-nya, untuk membuat sebuah frame jaringan. Setiap datagram terdiri dari beberapa field yang memiliki fungsi tersendiri dan memiliki informasi yang berbeda – beda. Pada gambar di bawah ini . dapat dilihat struktur dari paket IPv4


Header IP terdiri atas beberapa field sebagai berikut:
a)      Version. Digunakan untuk mengindikasikan versi dari header IP yang digunakan
b)      Internet Header Length. Digunakan untuk mengindikasikan ukuran header IP.
c)      Type of Service. Field ini digunakan untuk menentukan kualitas transmisi dari sebuah datagram IP.
d)     Total Length. Merupakan panjang total dari datagram IP, yang mencakup header IP dan muatannya.
e)      Identification. Digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah paket IP tertentu yang akan difragmentasi..
f)       Flags. Berisi dua buah flag yang berisi apakah sebuah datagram IP mengalami fragmentasi atau tidak.
·         Bit 0 = reserved, diisi 0.
·         Bit 1 = bila 0 bisa difragmentasi, bila 1 tidak dapat difragmentasi.
·         Bit 1 = bila 0 fragmentasi berakhir, bila 1 ada fragmentasi lagi.
g)      Fragment Offset. Digunakan untuk mengidentifikasikan offset di mana fragmen yang bersangkutan dimulai, dihitung dari permulaan muatan IP yang belum dipecah.
h)      Time to Live. Digunakan untuk mengidentifikasikan berapa banyak saluran jaringan di mana sebuah datagram IP dapat berjalan-jalan sebelum sebuah router mengabaikan datagram tersebut.
i)        Protocol. Digunakan untuk mengidentifikasikan jenis protokol lapisan yang lebih tinggi yang dikandung oleh muatan IP.
j)        Header Checksum. Field ini berguna hanya untuk melakukan pengecekan integritas terhadap header IP.
k)      Source IP Address. Mengandung alamat IP dari sumber host yang mengirimkan datagram IP tersebut.
l)        Destination IP Address. Mengandung alamat IP tujuan ke mana datagram IP tersebut akan disampaikan,